Efek Konservasi dari Sistem SABO untuk Mengendalikan Sedimentasi Waduk
Salah satu cara melakukan konservasi terhadap sumber daya air adalah dengan menyimpan sebagian besar debit sungai yang berlimpah pada musim hujan di dalam prasarana penyimpan air berupa reservoir/storage atau waduk sebagai upaya pemanfaatan dan pengendalian daya rusak air yang bersifat multiguna dengan memberikan kemungkinan mengatur distribusi sumber daya air antar waktu, antar pemanfaatan dan antar daerah pada daerah layanannya dengan efisien.
Kecepatan dan volume pendangkalan waduk yang terjadi dapat berjalan sesuai dengan perkiraan yang dipakai menentukan umur manfaat waduk. Pada kondisi ini tidak terjadi kerugian karena perhitungan ekonomis waduk akan tercapai. Tetapi apabila terjadi pendangkalan yang cepat dan berlebihan, umur ekonomis yang ditaksir dari waduk tidak dapat tercapai dan kapasitas simpan yang sangat cepat berkurang akan mengurangi kemampuan waduk melayani kebutuhan air yang direncanakan. Untuk menghadapi proses pendangkalan yang terlalu cepat perlu dilakukan upaya konservasi untuk mengendalikannya dengan baik. Salah satu upaya dalam mengendalikan sedimentasi waduk adalah dengan menerapkan sistem Sabo pada bagian DAS di hulu waduk.
Penerapan sistem Sabo dipandang menjadi suatu cara yang tepat bagi maksud di atas karena kemampuannya mengendalikan dan mengatur pergerakan sedimen di dalam alur sungai dan erosi pada DAS dapat dimanfaatkan mengendalikan sedimentasi waduk.
- Login to post comments
