Sritomo Wignjosoebroto
Kesehatan dan Keselamatan Kerja
Bidang HSE (Health, Safety, Environment) di Indonesia memerlukan banyak karyawan spesialis terutama dalam industri pertambangan dan manufaktur. Buku K3 (Kesehatan dan keselamatan Kerja) ini mencoba memenuhi kebutuhan yang pesat ini.
Isi buku:
Unit 1: Hukum
Bab 01: Proses-proses Legal
Bab 02: Hukum-hukum Kesehatan dan keselamatan kerja
Unit 2: Manajemen
Bab 03: Tanggung jawab manajemen
Bab 04: Sumber daya manusia
Bab 05: Keselamatan tempat kerja
Bab 06: Informasi dan saran
Bab 07: Kecelakaan
Unit 3: Kesehatan Kerja
Bab 08: Tubuh manusia
Bab 09: Kesehatan di tempat kerja
Bab 10: Perlindungan kesehatan
Unit 4: Teknologi keselamatan
Bab 11: Substansi kimiawi
Bab 12: Kebisingan dan perlindungan pendengaran
Bab 13: Perlengkapan kerja
Bab 14: Konstruksi
Bab 15: Penanganan manual
Bab 16: Penanganan mekanik
Bab 17: Penggunaan listrik secara aman
Bab 18: Kebakaran
Bab 19: Lingkungan
Sistem Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja
Penerapan Sistem Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja di Indonesia masih jauh dibandingkan sistem manajemen lainya, seperti siste manajemen mutu dan lingkukngan. Banyak perusahaan yang masih mengabaikan sistem ini, di samping itu pengetahuan dan kepedulian masyarakat pada umumnya dan kalangan industri pada khususnya masih rendah tentang pentingnya penerapan Sistem Manajemen K3, walau ketentuan dan persyaratannya sebenarnya telah di tetapkan beberapa tahun yang lalu.
Kehadiran buku ini diharapkan dapat menambah kepedulian yang lebih banyak tentang pentingnya peran Sistem Manajemen K3. Dengan pembahasannya yang komprehensif, buku ini didasarkan pada integrasi OHSAS 18001 dan Permenaker 05/Men/1996.
Adapun kelebihan buku ini adalah:
- Menjelaskan secara rinci proses penerapan Sistem Manajemen K3 dari tahap awal sampai sertifikasi.
- Menjelaskan secara rinci maksud dan bentuk penerapan Sistem Manajemen K3
- Dilengkapi dengan contoh-contoh dan studi kasus di beberapa perusahaan yang berhasil menerapkan Sistem Manajemen K3
- Dilengkapi dengan cara menghitung risiko dan bahaya yang lebih lengkap dan mendetail yang tidak ditemukan di buku lain.
- Dilengkapi dengan daftar periksa audit yang dapat digunakan sebagai panduan dalam menentukan tingkat kesesuaian antara sistem di organisasi dengan persyaratan standar
- Setiap bagian soal-soal yang dapat dikerjakan sendiri
Buku ini meberikan pengetahuan mendalam tentang Sistem Manajemen K3 bagi para profesional, kalangan akademis, pemerhati ketenagakerjaan, perusahaan, maupun masyarakat luas pada umumnya.
Menciptakan Kesempatan Rakyat Berusaha, Sebuah Konsep Baru tentang Hybrid Microfinancing
Apa yang bisa dilakukan Pemerintah dalam membangun ekonomi mikro? Tidak lain adalah memberikan kesempatan ribuan atau jutaan usaha mikro agar mereka dapat berkembang dan bangkit dari keterbatasan sebagai usaha mikro, tumbuh menjadi usaha kecil yang tangguh. Pemerintah sebagai pihak yang mempunyai kewenangan mengatur sumberdaya negara, harus membantu lahirnya usahawan-usahawan baru. Karena dengan itu, jutaan kesempatan kerja akan muncul, dapat meningkatkan pendapatan rakyat kecil dan akhirnya mensejahterakan bangsa.
Menyusun kebijakan publik yang sifatnya strategis dapat didasarkan pada pengalaman empirik atau dilandaskan pada kumpulan pemikiran cerdas yang bersifat analitik dengan menekankan pada kreativitas dan integritas para pengambil keputusan.
Model Hybrid-Microfinancing yang realisasinya dalam bentuk skema KUR Mikro atau program linkage Bank-LKM, dapat dijadikan acuan upaya penciptaan kesempatan rakyat berusaha. Dr. B.S. Kusmuljono bersama para ilmuwan yang mempunyai perhatian terhadap nasib rakyat kecil tidak pernah berhenti untuk mewujudkan cita-cita tersebut.
Tentang Penulis
Lahir di Bogor dengan nama lengkap Bangun Sarwito Kusmuljono. Seorang insinyur Teknik Kimia ITB, Master of Business Administration USC dan Doktor Pengelolaan Sumber Daya Alam dan Lingkungan IPB, menjabat sebagi Ketua Komite Nasional Pemberdayaan Keuangan Mikro Indonesia (Komnas PKMI), Komisaris Independen Bank Rakyat Indonesia, Chairman CPR Indonesia, Majelis Wali Amanah (MWA) IPB. Memiliki keahlian dalam bidang Keuangan Mikro, Pembangunan Berkelanjutan, Perbankan Internasional, Ilmu Sistem, Manajemen Keuangan. Sering diundang sebagai panelis dan pembicara di berbagai seminar dan lokakarya tingkat nasional dan internasional.
Komentar Para Pakar dan Tokoh
Menciptakan kesempatan berusaha bagi rakyat merupakan upaya yang sangat relevan dengan situasi saat ini. Pengalaman beliau yang telah malang melintang dalam pengembangan dan pendanaan usaha mikro yang dituangkan dalam buku ini menjadikan buku ini cocok dan penting sebagai acuan pengembangan ekonomi rakyat kecil.
Aburizal Bakrie - Menko Kesra RI
Tidak banyak penulis yang tertarik memberi perhatian pada lembaga keuangan mikro yang merupakan basis nyata pengembangan ekonomi kerakyatan. Konsep pemikiran dalam buku ini cukup relevan dan mengena pada konteks Indonesia dengan jumlah penduduk yang besar dan tantangan pada pola ekonomi subsisten.
Ginandjar Kartasasmita - Ketua Dewan Perwakilan Daerah RI
Saya mengenall Pak Bus sebagai orang yang sudah beruntung hidupnya baik dari segi pendidikan, lingkungan dan lain-lain sejak kecil, namun hal tersebut tidak menghalangi beliau untuk memikirkan nasib saudara-saudaranya yang belum beruntung dengan menunjukkan keberpihakan secara berkelanjutan melalui ide-ide pro kebijakan rakyat kecil. Sikap ini mungkin tidak banyak dimiliki oleh orang-orang yang sudah beruntung.
Maulana Ibrahim - Ahli Perbankan
Pak Bus terus bergerak mendalami aspek perkreditan mikro yang akhirnya model pembiayaan mikro dari desertasinya diadopsi Pemerintah menjadi Kredit Usaha Rakyat Mikro (KUR Mikro). Saya banyak belajar dari Pak Bus karena pengalamannya yang panjang sebagai praktisi bisnis dan lembaga keuangan. Dan, Pak Bus ini, kalau mengerjakan sesuatu biasanya total dan sampai tuntas. Tidak setengah-setengah.
Bunasor Salim - Komisaris Utama Bank BRI
Psikologi Teknik Industri
Bidang industri secara umum dibagi menjadi dua yakni industri manufaktur dan jasa, dalam memproduksi jasa/manufaktur ada empat elemen fokus yang jadi perhatian yakni pelanggan, manusia, strategi dan sistem.
Proses industri melibatkan manusia (pekerja) yang mempunyai hirarki kebutuhan seperti yang diungkapkan Maslow, yang terdiri dari kebutuhan fisiologis dasar, kebutuhan akan rasa aman dan tentram, kebutuhan untuk dicintai dan disayangi, kebutuhan untuk harga diri dan kebutuhan untuk aktualisasi diri. Menciptakan masyarakat industri berharkat dan bermartabat harus diperhatikan materi duniawi dan jasmani secara seimbang sehingga rohani dan jasmani tidak pincang yakni berjalan selaras dan serasi. Sebab itu masyarakat industri/calon masyarakat industri (Mahasiswa) perlu bekal materi psikologi industri yang terdiri dari Materi Psikologi Industri & Organisasi, Psikologi Manusia, Pola Pikir, Sikap, Tindak dan Tunduk, Kepemimpinan, Moralitas dan Mentalitas, Motivasi, Kreatifitas dan Inovasi, Daya Juang dan Daya Saing, Kesungguhan, Enterprenuer dan semangat, Globalisasi, Rekrutmen, Seleksi & Penempatan Kerja, Psikiologi Untuk Industri, Nilai Tambah, Stres dan Keselamatan Kerja, Kepuasan Kerja &Konsumen, dan Keberhasilan Organisasi/ Perusahaan.
